Tuesday, August 16, 2022
Home Knowledge Telat Bayar Pajak Motor

Telat Bayar Pajak Motor

Telat Bayar Pajak Motor – Denda pajak motor dikenakan pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang menunggak biaya pembayaran pajak yang seharusnya dibayarkan setiap tahunnya.

Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan Petunjuk Nomor Kendaraan Bermotor yang berlaku selama lima tahun, harus dimintakan pengesahan setiap tahun saat pembayaran PKB.

BACA JUGA : Mobil Polisi Indonesia

Lalu bagaimana cara membayar tunggakan pajak beserta dendanya? Bagaimana pula cara menghitung besaran dendanya? Tak usah kuatir kalian bisa simak ulasannya berikut ini.

Denda pajak sepeda motor yaitu sebuah sanksi administratif yang dikenakan terhadap sesorang karena telat memenuhi kewajiban untuk selalu membayar PKB tepat pada waktu yang ditetapkan.

Untuk itu sesorang yang terkena Wajib Pajak harus dibayarkan sekalian dengan denda keterlambatannya. Tetapi besaran denda tersebut tergantung dengan kebijakan dari pemerintah.

BACA JUGA : Cara Memakai Susu Beruang untuk Wajah

Hal tersebut tertuang secara jelas dalam UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang “Pajak Daerah dan Retribusi Daerah pasal 95“.

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa ketetapan pajak ditetapkan menurut peraturan suatu daerah, termasuk di dalamnya peraturan terkait sanksi administratif yang disahkan.

Jumlah PKB yang seharusnya dibayar sudah tertera pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Setelah membayar pajak, STNK akan diberikan sebuah cap sebagai tanda pengesahan.

BACA JUGA : Cara Memasang Atribut Pramuka SD Putri

Informasi Seputar Pajak Motor

Sumber : https://admin.rasirosakorlantas.id/

Selain akan terkena denda, telat bayar pajak motor atau tidak melakukan pembayaran PKB juga dapat menyebabkan pemilik kendaraan dikenai tilang oleh polisi lalu lintas (Poltas).

Karena pada STNK sang pemilik kendaraan akan terlihat , bahwa sang pemilik kendaraan dianggap tidak legal sehingga polisi berhak melakukan penilangan menurut peraturan yang berlaku.

Besaran denda juga tergantung pada seberapa lama waktu menunggaknya, khusus untuk pengguna sepeda motor, untuk keterlambatan satu hari akan diberikan kompensasi sehingga tidak perlu dikenakan denda pajak motor.

BACA JUGA : Drag Race Motor Indonesia

Tetapi kalau keterlambatan bayar pajak lebih dari sehari, karenanya dihitung denda keterlambatan dalam kurun waktu sebulan. Itu juga kalau Wajib Pajak telat membayar pajak selama kurang lebih sebulan lebih sehari.

Untuk Wajib Pajak yang telat dibayar dua hari sampai satu bulan, karenanya akan dikenakan denda sebesar 25% dari besaran pajak yang seharusnya dibayarkan.

Tetapi kalau telat membayar lebih dari dua bulan, seharusnya selain akan dikenakan denda pajak motor, juga diwajibkan membayar “Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan” atau SWDKLLJ, sebagaimana yang tercantum dalam UU Menteri Keuangan RI Nomor 36/PMK.010/2008 tanggal 26 Februari 2008.

Denda ‘Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan’ bagi motor yaitu sebesar Rp32 ribu, sedangkan untuk mobil Rp100 ribu“.

BACA JUGA : Mobil Dibawah 50 Jutaan

Perhitungan Denda Bayar Pajak Kendaran yang Telat

telat bayar pajak motor
Sumber : https://awsimages.detik.net.id/

Nah bagi kalian yang masih bingung bagaimana cara menghitung denda, berikut ini rumus cara menghitung denda pajak motor mulai dari 1 hari sampai 3 tahun, beserta tambahan denda “Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan”:

  • Denda telat bayar 1 hari = PKB sebulan (alias tidak ada denda).
  • Denda telat 2 hari – 1 bulan = PKB x 25 %.
  • Telat 2 bulan = PKB x 25 % x 2/12 + denda SWDKLLJ.
  • Denda telat 3 bulan = PKB x 25 % x 3/12 + denda SWDKLLJ.
  • Untuk denda telat 6 bulan = PKB x 25 % x 6/12 + denda SWDKLLJ.
  • Telat 1 tahun = PKB x 25 % x 12/12 + denda SWDKLLJ.
  • Denda telat 2 tahun = 2 x PKB x 25 % x 12/12 + denda SWDKLLJ.
  • Sedangkan untuk telat 3 tahun = 3 x PKB x 25 % x 12/12 + denda SWDKLLJ

BACA JUGA : Cara Crack Internet Download Manager

Sebagai contoh untuk memudahkan penghitungan denda motor, berikut simulasinya, seumpama Anda memiliki sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 cc, dengan besaran Pin-nya yaitu Rp144 ribu/tahun. Dan keterlambatan bayar pajaknya selama 3 bulan.

Contoh Perhitungan Denda :

Denda motor telat 3 bulan = PKB x 25 % x 3/12 + denda SWDKLLJ

= Rp144 ribu x 25 % x 3/12 + Rp32 ribu

= Rp9 ribu + 32 ribu = Rp41 ribu

Jadi total yang seharusnya Anda bayarkan adalah = BPK + Denda pajak motor = Rp144 ribu + Rp41 ribu

Total semuanya ialah = Rp185 ribu

Untuk progres pembayaran PKB plus dendanya, tidak berbeda dengan membayar pajak tahunan. Anda wajib mengisi formulir, dan membawa fotokopi KTP, STNK, dan BPKB, kemudian diserahkan ke loket yang ada.

Orang yang terkena Wajib Pajak wajib membayar “Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan” beserta denda pajak motor, kemudian mengambil berkas yang diserahkan dengan menyertakan surat bukti sudah melunasi tunggakan.

BACA JUGA : Cara Buka Internet Positive

Sesudah progres diatas dilakukan, selanjutnya Anda tinggal mengambil surat pembayaran dari PKB/BBN-KB di loket yang sudah ditetapkan, kemudian melakukan pembayaran pajak di kasir. Dengan begitu Anda dapat membawa pulang STNK kendaraannya.

Nah, demikian ulasan mengenai cara dan simulasi telat bayar pajak motor, semoga bermanfaat dan dapat membantu masalah perpajakan Anda.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cara Memblokir No Hp

HP Vivo Dibawah 2 Jutaan

Cara Melacak Hp yg Mati

Recent Comments