Thursday, August 18, 2022
Home Knowledge Surat Izin Mengemudi Motor

Surat Izin Mengemudi Motor

Surat izin mengemudi motor – SIM (Surat Ijin Mengemudi) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseoraang yang udah mencukupi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, sadar ketetapan lantas lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Di Indonesia, tiap tiap pengemudi wajib miliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Terutama, jikalau mereka miliki kendaraan bermotor. Contohnya kendaraan seperti motor, mobil, kendaraan umum, maupun kendaraan pengangkut barang.

Kewajiban miliki SIM sendiri udah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 77. SIM sendiri terdiri atas lebih dari satu jenis.

Baca Juga:Syarat Perpanjangan Pajak Motor

https://www.radarcirebon.com/

Jenis-jenis Surat Ijin Mengemudi

1. SIM A

Jenis SIM yang pertama ini diperuntukkan untuk mereka yang miliki kendaraan bersama dengan berat maksimal 3.500 kg. Entah itu berbentuk mobil barang perseorangan maupun mobil penumpang perseorangan.

2. SIM B

Kalau yang satu ini diperuntukkan untuk pemilik kendaraan bersama dengan berat sekurang-kurangnya 1.000 kg. SIM ini sendiri terbagi lagi ke di dalam dua jenis, yaitu:

  • SIM B1
    Merupakan tipe SIM B yang dimaksudkan bagi kendaraan bersama dengan berat lebih 3.500 kg. Biasanya, orang yang lazim beroleh SIM ini merupakan pengendara mobil bus perseorangan. Bisa termasuk diberikan untuk pengendara mobil angkutan barang perseorangan.
  • SIM B2
    Jenis SIM B satu ini hanya diperuntukkan untuk pengendara bersama dengan kendaraan yang beratnya 1.000 kg. Semisal kendaraan alat berat, truk gandeng perorangan, dan kendaraan penarik.

3. SIM C

Kalau Sahabat adalah pengendara sepeda motor, tipe SIM ini mestilah dimiliki. Seperti halnya SIM B, SIM C termasuk terbagi lagi menjadi lebih dari satu jenis, yaitu:

  • Ada SIM C1: adalah tipe SIM C yang diberikan untuk pengendara bersama dengan motor di bawah 250 cc.
  • Selanjutnya SIM C2: merupakan SIM C yang diperuntukkan untuk pengemudi motor bersama dengan cc diatas 250 cc hingga 500 cc.
  • SIM C3: merupakan SIM C yang diperuntukkan untuk pengemudi motor yang cc motornya di atas 500 cc.

4. SIM D

Mungkin Sahabat baru mendengar tipe SIM satu ini. Jenis SIM ini merupakan SIM spesifik yang hanya diperuntukkan bagi kaum disabilitas yang udah menjadi pengemudi.

5. SIM Umum

Kalau yang satu ini merupakan tipe SIM yang lazim dipakai untuk pemilik kendaraan umum. Kepemilikan SIM ini sendiri udah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 62. SIM lazim termasuk terbagi di dalam lebih dari satu jenis. Jenis-jenis SIM lazim itu adalah:

  • SIM A Umum: adalah tipe SIM lazim yang diperuntukkan bagi pemilik kendaraan motor lazim dan barang. Terutama, yang beratnya tidak lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B1 Umum: adalah tipe SIM lazim yang diperuntukkan bagi pemilik kendaraan motor lazim dan barang. Terutama, yang beratnya lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B2. Umum: merupakan SIM lazim yang diperuntukkan untuk kendaraan lazim yang miliki kereta tempelan ataupun gandengan. Pada SIM ini, gandengan atau kereta tempelan yang dipakai wajib miliki berat lebih dari 1.000 kg.

    Baca Juga:Cara Mengecek Plat Nomor Mobil

    https://seputarlampung.pikiran-rakyat.com/

Syarat Pembuatan Surat Ijin Mengemudi

Surat izin mengemudi motor, untuk mampu miliki SIM, seorang pengendara wajib mengikuti beragam macam syarat. Terlepas apa pun tipe SIM yang hendak mereka miliki. Adapun persyaratan tersebut adalah:

1. Sudah Memenuhi Usia Tertentu

Setiap orang yang hendak miliki SIM wajib mencukupi umur sekurang-kurangnya tertentu. Untuk mereka yang rela miliki SIM A, C, dan D, mereka wajib berada di umur sekurang-kurangnya 17 tahun. Adapun untuk SIM, mereka wajib berada di umur sekurang-kurangnya 21 tahun.

2. Melengkapi Syarat Administrasi

Jika udah mencukupi batas sekurang-kurangnya umur, calon pemilik SIM setelah itu wajib melengkapi syarat administrasi. Beberapa syarat administrasi sendiri adalah:

  • Mengisi formulir dari kepolisian.
  • Membuat Surat Keterangan Sehat dari pihak dokter.
  • Membuat rumusan sidik jari.
  • Wajib mengikuti tes psikologi hingga lulus.

3. Mengikuti Tes

Syarat setelah itu yang wajib dipenuhi adalah wajib mengikuti tes. Calon pemilik SIM nantinya dapat disuruh mengikuti tes teori terutama dahulu. Habis itu, barulah calon pemilik SIM melaksanakan ujian praktek.

Bila berhasil, calon pemilik SIM mampu beroleh SIM, serta wajib mencukupi lebih dari satu syarat lainnya. Jika tidak, calon pemilik SIM rela tak rela wajib mengikuti ujian lagi.

4. Harus Memiliki SIM A atau SIM B1

Kalau yang satu ini spesifik untuk mereka yang rela miliki SIM B1 atau B2. Untuk mereka yang rela miliki SIM B1, wajib miliki SIM A dulu sekurang-kurangnya 12 bulan. Adapun untuk mereka yang rela SIM B2, wajib miliki SIM B1 dulu. Minimal selama 12 bulan lamanya.

https://indonesia.go.id/

5. Memenuhi Syarat yang Diperuntukkan Bagi Mereka yang Ingin Memiliki SIM Umum

Persyaratan termasuk berlaku untuk mereka yang rela bikin SIM umum. Syaratnya sendiri tidak cukup lebih sama. Adapun persyaratan untuk memicu SIM Umum adalah:

  1. Memiliki umur sekurang-kurangnya 17 th. Ada (SIM A Umum), 22 th. (SIM B1 Umum), dan 23 th. dan (SIM B2 Umum).
  2. Lulus ujian teori dan praktek.
  3. Memiliki SIM A perorangan sekurang-kurangnya 12 bulan. (untuk yang menghendaki miliki SIM A Umum)
  4. Harus miliki SIM B1 perorangan atau SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan. (untuk yang rela miliki SIM B1 Umum)
  5. Mempunyai SIM B2 perorangan atau SIM B1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan. (untuk yang menghendaki mempunyai SIM B2 Umum).
  6. Setelah mencukupi seluruh syarat tersebut, Sahabat mampu melaksanakan pendaftaran ke pihak kepolisian. Pendaftaran SIM sendiri sekarang mampu dijalankan secara online via website korlantas terdekat.

    Baca Juga:Contoh Bisnis Startup

    https://www.liputan6.com/

Kendaraan yang Berlaku di Indonesia serta SIM yang Cocok Dengannya

Surat izin mengemudi motor, di Indonesia, ada lebih dari satu tipe kendaraan yang berlaku. Setiap kendaraan miliki fungsinya masing-masing. Adapun jenis-jenis kendaraan tersebut adalah:

1. Kendaraan Ringan

Jenis kendaraan yang pertama adalah kendaraan ringan. Kendaraan ini merupakan kendaraan bermotor bersama dengan 4 roda, serta miliki berat sekitar 1.000 kg- 3.500 kg. Beberapa umpama tipe kendaraan ini adalah mobil, oplet, pick up, bus mikro, dan truk mikro. Orang yang miliki tipe kendaraan ini wajib miliki SIM A. Entah yang perseorangan maupun umum.

2. Kendaraan Berat

Berbanding terbalik bersama dengan tipe kendaraan sebelumnya, tipe kendaraan ini miliki bobot sekitar 3.500 kg atau lebih. Kendaraan ini lazim dipakai untuk mempunyai barang yang berat, atau penumpang di dalam kuantitas banyak. Pemilik kendaraan ini sendiri wajib miliki SIM B1 atau B2. Baik yang lazim maupun perseorangan.

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cara Mereset HP Advan

Cara Membuat Fb di Hp

Spek HP Vivo V15

Cara Rekam Layar Hp Samsung

Recent Comments