Sunday, August 14, 2022
Home Bisnis Manajemen Bisnis Syariah

Manajemen Bisnis Syariah

Manajemen bisnis syariah – manajemen syariah di Indonesia di dalam sebagian tahun ini tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk membutuhkan sistem ekonomi yang lebih terpercaya dan berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Sedangkan pemahaman penduduk muslim Indonesia tentang rancangan syariah masih terbatas cuma pada kesibukan ibadah-ibadah rutin, padahal rancangan syariah meliputi seluruh segi kehidupan. Ekonomi syariah termasuk tidak cuma hanya pada perbankan syariah, tapi mencakup beraneka area lingkup perekonomian yang mendasarkan pada ilmu dan nilai-nilai syariah Islam.

Baca Juga : Mobil Dibawah 200 Jutaan

https://cpssoft.com/

A. Pengertian Manajemen Syariah

Manajemen bisnis syariah, sebelum mengenal lebih jauh apa itu manajemen syariah maka yang wajib kita ketahui khususnya dahulu adalah apa makna dari manajemen syariah itu sendiri, manajemen syariah adalah suatu pengelolaan untuk mendapatkan hasil optimal yang bermuara pada pencarian keridhaan Allah. Oleh dikarenakan itu maka segala sesuatu langkah yang diambil di dalam mobilisasi manajemen selanjutnya wajib berdasarkan aturan-aturan Allah. Atura-aturan itu tertuang di dalam Al-Quran, Al-Hadist dan sebagian umpama yang dilaksanakan oleh para sahabat..

Dari definisi yang dipaparkan maka mampu kita ketahui bahwa area lingkup manajemen syariah sangatlah luas, antar lain yakni mencakup tentang pemasaran, produksi, mutu, keuangan, sumber kekuatan alam, sumber kekuatan manusia, dan masih banyak perihal kembali yang belum tersebutkan.

Secara lazim mampu dikatakan bahwa syariah berharap kesibukan ekonomi yang halal, baik produk yang menjadi objek, langkah perolehannya, maupun langkah penggunaannya. Selain itu, komitmen investasi syariah termasuk wajib dilaksanakan tanpa paksaan (ridha), adil dan transaksinya berpijak pada kesibukan produksi dan jasa yang tidak dilarang oleh Islam, termasuk bebas manipulasi dan spekulasi.

Seperti halnya manajemen konvensional di dalam manajemen syariah termasuk punya empat kegunaan standar layaknya yang dipaparkan oleh G.R Terry, diantaranya yakni :

1. Perencanaan (Planning)

Planning merupakan kegunaan manajemen yang tentang dengan pendefinisian sasaran untuk kinerja badan usaha/organisasi dimasa depan dan untuk memastikan tugas-tugas dan sumber kekuatan yang digunakan dan dibutuhkan untuk menggapai sasran tersebut.

2. Pengorganisaisan (Organizing)

Organizing merupakan kegunaan manajemen yang tentang dengan suatu sistem untuk merancang atau mengelompokkan dan menyesuaikan serta membagi tugas atau pekerjaan salah satu para anggota organisasi untuk menggapai obyek organisasi dengan efisien.

3. Pengarahan (Actuating)

Actuating merupakan kegunaan manajemen yang tentang dengan bagaimana mengfungsikan pengaruh memotivasi karyawan di dalam menggapai sasaran organisasi.

4. Pengawasan (Controlling)

Merupakan kegunaan manajemen yang tentang dengan sistem kesibukan pemantauan untuk menyakinkan bahwa seluruh kesibukan organisasi terlaksana layaknya yang direncanakan dan sekaligus termasuk merupakan kesibukan untuk megkoreksi dan melakukan perbaikan andaikan ditemukan adanya penyimpangan yang akan mengganggu pencapaian.

Selain punya empat kegunaan standar, manajemen syariah termasuk punya sebagian prinsip. Prinsip selanjutnya didasarkan pada UU No.10 tahun 1998 tentang syariah, didalam UU seterusnya menerangkan bahwa syariah adalah ketentuan perjanjian berdasarkan hukum Islam pada bank dengan pihak lain untuk menyimpan dana atau pembiayaan aktivitas usaha atau aktivitas lainnya yang dinyatakan cocok dengan prinsip syariah, pada lain :
1. Pembiayaan prinsip bagi hasil (mudharabah)
2. Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah)
3. Prinsip menjual beli barang dengan mendapatkan keuntungan (murabahah)
4. Pembiayaan barang dengan modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah)
5. Pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa berasal dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah waiqtina).

Baca Juga : Pengertian Strategi Pemasaran

https://www.finansialku.com/

B. Manajemen Menurut Islam

Manajemen bisnis syariah, manajemen menurut pandangan Islam merupakan manajemen yang adil. Dengan syarat ketentuan batasan adil adalah pimpinan tidak ”menganiaya” bawahan dan bawahan tidak merugikan pimpinan maupun perusahaan yang ditempatinya. Bentuk penganiayaan yang punya tujuan adalah kurangi atau tidak beri tambahan hak bawahan dan memaksa bawahan nyauntuk bekerja melebihi ketentuan. Seyogyanya kesepakatan kerja dibuat untuk kepentingan dengan pada pimpinan dan bawahan. Jika seorang manajer mengharuskan bawahannya bekerja melampaui batas jam kerja yang ditentukan, maka sebetulnya manajer itu telah mendzalimi bawahannya. Dan ini benar-benar bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Muhammad SAW adalah seorang yang benar-benar terpercaya di didalam mobilisasi manajemen bisnisnya. Manajemen yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu memasang manusia yang semata-mata hanya diperas tenaganya untuk mengejar object produksi. Nabi Muhammad SAW mengelola (manage) dan memelihara (mantain) kerjasama dengan stafnya dan bukan cuma pertalian sesaat. Salah satu formalitas Nabi adalah beri tambahan reward atas kreativitas dan prestasi yang ditunjukkan stafnya.

Menurut Hidayat, bahwa manajemen dalam Islam pun tidak mengenal perbedaan perlakuan (diskriminasi) berdasarkan suku, agama, atau pun ras. Nabi Muhammad SAW bahkan dulu bertransaksi usaha dengan kaum Yahudi. Ini tunjukkan bahwa Islam menyarankan pluralitas di didalam usaha maupun manajemen.

Baca Juga : Contoh Segmentasi Pemasaran

https://rencanamu.id/

Hidayat mengungkapkan, tersedia 4 pilar etika manajemen usaha menurut Islam seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

  1. Tauhid artinya lihat bahwa segala aset berasal dari transaksi usaha yang berjalan di dunia adalah punya Allah, manusia cuma mendapatkan amanah untuk mengelolanya.
  2. Adil artinya segala ketentuan menyangkut transaksi dengan lawan usaha atau kesepakatan kerja harus dilandasi dengan akad saling setuju.
  3. Keinginan bebas artinya manajemen Islam mempersilahkan umatnya untuk menumpahkan kreativitas di didalam jalankan transaksi bisnisnya selama memenuhi asas hukum ekonomi Islam, yakni halal.
  4. Pertanggungjawaban artinya Semua ketentuan seorang pimpinan harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan.

    Keempat pilar seterusnya dapat membentuk konsep etika manajemen yang baik selama menjalankan kontrak-kontrak kerja dengan perusahaan lain atau pun pada pimpinan dengan bawahan.

Ciri lain manajemen Islami yang membedakannya berasal dari manajemen Barat adalah seorang pimpinan di didalam manajemen Islami harus bersikap lemah lembut pada bawahan. Contoh kecil seorang manajer yang menerapkan kelembutan di didalam pertalian kerja adalah selalu beri tambahan senyum selagi berpapasan dengan karyawan dikarenakan senyum keliru satu bentuk ibadah di didalam Islam dan mengucapkan menerima kasih selagi pekerjaannya telah selesai. Namun kelembutan seterusnya tidak lantas menyingkirkan ketegasan dan disiplin. Jika karyawan seterusnya jalankan kesalahan, tegakkan aturan. Penegakkan ketentuan kudu terus menerus dan tidak memilih kasih.

Baca Juga : Contoh Bisnis Startup

https://rencanamu.id/

C. Perbedaan Antara Manajemen Konvensional dan Syariah

Semua orang telah paham bahwa prinsip-prinsip ekonomi pada kebanyakan dan manajemen pada khususnya selalu mengagungkan perolehan hasil sebesar-besarnya dengan kerja sekecil-kecilnya, prinsip konvensional ini berkembang pesat didunia barat . Bahwa dalam Islam tidak menentang prinsip konvensional ini bahkan mendorong prinsip tersebut. Masalahnya adalah manajemen syariah hanya memberi tambahan batasan di didalam penerapan prinsip konvensional supaya tidak hanya punya tujuan untuk mendapatkan hasil didunia saja melainkan diimbangi dengan perolehan hasil di akhirat.

RELATED ARTICLES

Cara Rekam Layar HP

Cara Merekam Layar HP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments