Thursday, August 18, 2022

Malnutrisi

Malnutrisi – Malnutrisi atau kekurangan nutrisi adalah kondisi yang tidak boleh diabaikan. Sebab, malnutrisi dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit atau komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan apabila dibiarkan berlarut-larut.

Sebagian besar penyebab malnutrisi di sejumlah negara yaitu ketiadaan asupan pangan yang memadai, contohnya karena konflik atau peperangan, bencana alam, kemiskinan, sampai krisis sosial dan ekonomi.

Tidak hanya karena faktor tersebut, walau sudah mengonsumsi banyak makanan, seseorang juga masih dapat mengalami kekurangan gizi. Hal ini bisa terjadi apabila mengonsumsi makanan yang tidak memiliki kandungan gizi yang memadai, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Malnutrisi juga dapat diakibatkan oleh masalah kesehatan tertentu, seperti gangguan penyerapan nutrisi atau intoleransi, gangguan mental, kecanduan alkohol atau narkotika, hingga gangguan makan, seperti bulimia dan anoreksia.

malnutrisi

Jika tidak ada perbaikan asupan nutrisi, maka kondisi malnutrisi bisa mengakibatkan gangguan kesehatan serius.

Lantas, apa saja gangguan kesehatan tersebut? Yuk, langsung saja simak ulasan artikel mengenai gangguan kesehatan serius yang disebabkan malnutrisi yang sudah afuza.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Baca Juga: Apa Itu Nutrisi?

Gangguan Kesehatan yang Disebabkan Malnutrisi

1. Kwashiorkor

Kwarshiorkor adalah kondisi malnutrisi yang disebabkan karena kekurangan asupan protein. Padahal, protein sangat diperlukan untuk memperbarui dan memperbaiki sel serta jaringan tubuh, membantu tumbuh kembang janin, bayi, serta anak-anak, dan membantu proses pemulihan tubuh ketika terjadi luka atau penyakit.

Umumnya, kwashiorkor lebih banyak menimpa anak-anak. Selain itu, kasusnya juga masih banyak terjadi di negara-negara berkembang.

Gejala dari penyakit ini yaitu kulit kering dan bersisik, kelelahan, perut buncit, rambut kering atau kusam, pembengkakan di bawah kulit (edema), hilangnya massa otot, perubahan mood, serta susah menambah tinggi dan berat badan.

Kwashiorkor mampu dicegah serta ditangani dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan protein tinggi, seperti susu, daging, keju, kedelai, ikan, telur, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

malnutrisi

2. Marasmus

Marasmus diakibatkan oleh kekurangan asupan kalori berkepanjangan, entah dari protein ataupun karbohidrat. Selain itu, marasmus bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, serta apabila tidak ditangani dapat berisiko tinggi mengakibatkan kematian.

Ciri-ciri orang menderita marasmus yaitu tulang yang menonjol dan tubuh kurus kering, khususnya tulang iga dan bahu. Tidak hanya itu, wajahnya tampak seperti orang tua serta paha, kulit lengan dan bokong penderita akan tampak kendur.

Umumnya, marasmus bisa dicegah serta ditangani dengan menjalankan pola makan sehat dengan gizi seimbang.

Baca Juga: Makanan yang Mengandung Protein

3. Beri-Beri

Beri-beri disebabkan tubuh kekurangan vitamin B1 (thiamine). Vitamin ini bermanfaat penting dalam proses metabolisme karbohidrat menjadi energi, mengatur fungsi serta kinerja sistem saraf dan otot, dan menjaga fungsi saluran pencernaan. Penyakit beri-beri terbagi atas 2 jenis, yakni beri-beri kering dan beri-beri basah.

Gejala beri-beri basah yaitu denyut jantung meningkat, sesak napas ketika beraktivitas, kerap terbangun di malam hari dengan sesak napas, serta kaki bagian bawah bengkak. Umumnya, beri-beri basah bisa mengganggu kinerja jantung serta pembuluh darah.

Sedangkan, beri-beri kering bisa memengaruhi sistem saraf. Gejala beri beri kering yaitu tangan dan kaki mati rasa atau kesemutan, susah berjalan, nyeri, fungsi otot kaki bagian bawah menurun, muntah, kesulitan bicara, dan nistagmus.

Untuk menghindari beri-beri, Anda harus mengonsumsi makanan kaya vitamin B1. Misalnya seperti biji-bijian, susu, gandum, daging sapi, jeruk, ragi, beras, kacang-kacangan, dan sereal dari biji-bijian utuh.

4. Skorbut (scurvy)

Skorbut merupakan penyakit malnutrisi yang disebabkan tubuh kekurangan vitamin C. Vitamin C penting bagi tubuh sebab bermanfaat dalam penyerapan zat besi, produksi kolagen, serta pembentukan imunitas tubuh.

Gejala penyakit scurvy yaitu timbulnya titik-titik merah di kulit, nyeri otot dan sendi, kelelahan, hilangnya nafsu makan, berat badan turun, pembengkakan serta perdarahan pada gusi, mual, diare, dan demam.

Untuk menghindari terjadinya penyakit ini, Anda perlu memastikan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan vitamin C.

Sejumlah rekomendasi makanan yang kaya akan vitamin C yaitu stroberi, cabai, tomat, limau, brokoli, kiwi, pepaya, lemon, jeruk, kubis, paprika, blewah, nanas, mangga, kembang kol, dan bayam.

Baca Juga: Dampak Kurang Protein

5. Anemia

Anemia merupakan kondisi pada saat tubuh kekurangan hemoglobin atau sel darah merah. Penyakit ini dapat terjadi disebabkan kekurangan zat besi.

Zat besi dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang berguna untuk mengangkut oksigen dalam darah ke jaringan tubuh. Apabila sel darah merah sedikit, jaringan dan organ tubuh tidak akan memperoleh oksigen yang cukup.

Gejala anemia defisiensi besi ditandai dengan tubuh merasa sangat letih, lemah dan lesu, kesemutan di kaki, detak jantung cepat, kurangnya nafsu makan, kuku rapuh, nyeri dan radang lidah, infeksi, pusing atau sakit kepala, tangan dan kaki dingin, sakit dada,  sesak napas, insomnia dan kulit pucat. Namun, tidak jarang penyakit ini bisa saja tidak menyebabkan gejala apa pun.

Baca Juga: Karbohidrat Komplek

Anemia dapat dicegah dan diatasi dengan cara minum suplemen zat besi atau mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi. Misalnya seperti hati ayam atau sapi, seafood, daging, ikan, tahu, tempe, telur, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau tua dan beras merah.

Kebanyakan gangguan yang diakibatkan oleh malnutrisi akan berhenti sesudah kekurangan nutrisi diatasi. Namun, terdapat juga yang menyebabkan efek samping berkepanjangan. Ini umumnya terjadi saat malnutrisi sudah parah serta berlangsung lama.

Baca Juga: Karbohidrat Diet

Sejumlah komplikasi yang bisa terjadi karena malnutrisi yaitu imunodefisiensi, kelainan fungsi ginjal, demensia dan kelainan otot. Pada bayi dan anak-anak, malnutrisi juga dapat menyebabkan terjadinya stunting dan gangguan tumbuh kembang.

Berkonsultasilah dengan dokter guna memperoleh pemeriksaan dan penanganan jika Anda atau keluarga ada yang menderita malnutrisi maupun gejala malnutrisi. Contohnya tubuh terlihat terlalu kurus, berat badan kurang, kerap sakit, atau kerap lemas hingga sulit beraktivitas.

Itulah beberapa gangguan kesehatan serius yang disebabkan malnutrisi. Semoga ulasan artikel di atas dapat bermanfaat untuk Anda dan semakin menambah wawasan pengetahuan Anda seputar kesehatan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cara Mereset HP Advan

Cara Membuat Fb di Hp

Spek HP Vivo V15

Cara Rekam Layar Hp Samsung

Recent Comments