Tuesday, August 16, 2022
Home Bisnis Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Laporan keuangan perusahaan dagang – Dalam sebuah bisnis apapun itu laporan keuangan merupakan laporan yang sangat penting dan harus dimiliki oleh setiap perusahaan dan tidak terkecuali perusahaan dagang.

Pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan untuk setiap macam bisnis juga tidak sama. Ingin mengenal apa saja dan figur laporan keuangan perusahaan dagang secara komplit? Simak yuk ulasan lengkap berikut ini yang membahas tentang laporan keuangan perusahaan dagang.

Baca juga: Manajemen Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan

laporan keuangan perusahaan dagang
Sumber: https://www.harmony.co.id/

Laporan keuangan ialah laporan yang disiapkan oleh manajemen perusahaan untuk memberi tahu kinerja dan posisi keuangan pada suatu titik waktu.

Serangkaian laporan keuangan yang bertujuan untuk umum biasanya mencakup laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas dan juga laporan ekuitas pemilik. Laporan ini disiapkan untuk memberi pengguna di luar perusahaan, seperti pemberi modal dan kreditor, lebih banyak kabar perihal posisi keuangan perusahaan.

Perusahaan publik juga diwajibkan untuk memberi tahu pernyataan ini bersama dengan yang lain kepada badan pengatur pada waktu yang ideal.

Fungsi Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Pada perusahaan dagang, akuntansi juga bermanfaat sebagai cara komunikasi kabar.

Lewat laporan keuangan, kabar yang dibutuhkan dikomunikasikan kepada pelbagai pihak yang berkepentingan, bagus di dalam bisnis ataupun di luar bisnis.

Laporan keuangan juga dianggap sebagai cermin dari sebuah keuangan bisnis, hal itu dikarenakan laporan keuangan mencerminkan kapasitas kerja atau sebuah kelemahan dalam sebuah bisnis.

Pihak yang memakai laporan keuangan umpamanya, manajemen, pemberi modal, bank, kreditor, pejabat, pemerintah, organisasi bisnis, konsumen, dan massa biasa diuntungkan oleh laporan keuangan.

Baca juga: Administrasi Keuangan Adalah

Fungsi pokok laporan keuangan perusahaan dagang:

  • Laporan untuk pengawas keuangan,
  • Dasar prinsip pendapatan,
  • Prinsip penentuan dividen,
  • Dasar pembayaran dividen,
  • Dasar pemberian pinjaman,
  • Informasi kepada calon pemberi modal,
  • Penentuan skor investasi,
  • Kontrol pengawasan pemerintah,
  • Dasar pengaturan biaya,
  • Dasar prinsip perpajakan.

Contoh Laporan Keuangan pada Perusahaan Dagang

laporan keuangan perusahaan dagang
Sumber: https://pandaibesi.com/

1. Laporan Laba Rugi – Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Laporan laba rugi juga banyak dikenal sebagai laporan P&L, laporan profit loss statement dan juga laporan operasi. Ini ialah salah satu laporan keuangan utama perusahaan.

Tujuan dari laporan laba rugi ialah untuk melaporkan resume pendapatan perusahaan, pengeluaran, profit, kerugian, dan pendapatan bersih yang diciptakan yang terjadi selama satu tahun, kuartal, atau periode waktu lain.

Item utama yang dilaporkan:

  • Pendapatan (Revenues), ialah jumlah yang didapat melewati penjualan barang
  • Bobot (Expenses), yang meliputi harga pokok penjualan, muatan SG&A, dan muatan bunga
  • Keuntungan dan kerugian (Gains and losses), seperti penjualan aset tidak lancar dengan jumlah yang berbeda dari skor bukunya
  • Pendapatan bersih (Net income), yang ialah hasil pengurangan biaya dan kerugian perusahaan dari pendapatan dan profit perusahaan.

2. Laporan Arus Kas – Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Laporan arus kas merupakan salah satu dari sekitar 3 laporan keuangan utama yang berisi laporan kas yang dihasilkan dan dibelanjakan selama periode wakru tertentu seperti sebulan, tahun atau kuartal. Hal ini juga berfungsi sebagai jembatan antara laporan laba rugi dan juga laporan neraca dengan cara memperlihatkan bagaimana uang keluar dan juga masuk dari sebuah bisnis.

Tiga Bagian dari Laporan Arus Kas:

  1. Kesibukan Operasi: Kesibukan penghasil pendapatan utama dari suatu organisasi dan kegiatan lain yang bukan ialah investasi atau pendanaan; arus kas apa malah dari aset lancar dan keharusan lancar.
  2. Kesibukan Investasi: Setiap arus kas dari akuisisi dan pelepasan aset rentang panjang dan investasi lain yang tidak termasuk dalam setara kas.
  3. Kesibukan Pendanaan: Setiap arus kas yang mewujudkan perubahan dalam ukuran dan komposisi modal ekuitas yang dikontribusikan atau pinjaman entitas (ialah, obligasi, saham, dividen)

3. Laporan Neraca Keuangan

Neraca membantu pemilik dan stakeholder bisnis dan analis mengukur posisi keuangan perusahaan secara keseluruhan dan kecakapannya untuk membayar keperluan operasional dalam bisnis. Anda juga dapat memakai neraca untuk mempertimbangkan bagaimana memenuhi keharusan keuangan Anda dan cara terbaik memakai kredit untuk membiayai operasi Anda.

Neraca mungkin juga memiliki rincian dari tahun-tahun sebelumnya sehingga Anda dapat melakukan perbandingan dua tahun berturut-ikut serta. Data ini akan membantu Anda melacak kinerja Anda dan mengidentifikasi cara untuk membangun keuangan Anda dan mengamati di mana Anda perlu meningkatkannya.

Baca juga: Neraca Keuangan

Hal yang semestinya ada pada neraca:

  • Aset

Yang pertama adalah aset, aset lazimnya dibatasi menjadi aset likuid, atau aset berbentuk uang tunai atau dapat dengan gampang diubah menjadi uang tunai, dan aset non-likuid yang tidak dapat dengan pesat diubah menjadi uang tunai, seperti tanah, bangunan, dan peralatan. Aset juga dapat meliputi aset tidak berwujud, seperti perjanjian waralaba, hak cipta, dan paten

  • Kewajiban (liabilitas)

Hal yang seharusnya ada dalam neraca yang ke 3 yaitu kewajiban ialah dana yang dimiliki oleh bisnis dan dipecah menjadi klasifikasi saat ini dan rentang panjang.

Kewajiban lancar ialah yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan termasuk barang-barang seperti hutang (faktur pemasok), gaji, pengurangan pajak pendapatan, sewa gedung dan peralatan, utilitas, pinjaman sementara, trek kredit, utang jatuh tempo, bunga, pajak penjualan atau pajak barang serta pajak jasa yang dibebankan kepada pembelian.

Kewajiban rentang panjang ialah keharusan yang jatuh tempo setelah periode satu tahun. Ini mungkin termasuk keharusan pajak tangguhan, hutang rentang panjang seperti bunga dan pokok obligasi, dan keharusan dana pensiun.

  • Ekuitas

Ekuitas, juga dikenal sebagai modal pemilik atau ekuitas pemegang saham, ialah modal s yang tersisa setelah dikurangi keharusan dari aset. Laba dibendung ialah laba yang tidak dibayarkan kepada pemegang saham dalam format dividen.

laporan keuangan perusahaan dagang
Sumber: https://oase.unud.ac.id/

4. Laporan Utang – Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Laporan utang ialah jumlah hutang kepada perusahaan yang diciptakan dari perusahaan penyedia barang dan / atau jasa secara kredit. Istilah piutang dagang juga dipakai sebagai substitusi piutang.

Jumlah dari hutang perusahaan juga dicacat dalam sebuah akun buku besar dengan judul Piutang. Saldo yang belum dibayar di akun ini dilaporkan sebagai komponen dari aset lancar yang teregistrasi di neraca perusahaan.

Akuntansi yang bagus mensyaratkan bahwa estimasi semestinya diciptakan untuk setiap jumlah dalam Piutang Usaha yang tidak mungkin dikumpulkan. Dalam laporan utang lazimnya akan menampakkan daftar kode supplier, nama supplier, saldo awal utang, pembelian, potongan pembelian, retur pembelian, PPN masukan, pembayaran utang dan saldo akhir utang.

5. Laporan Stok Barang

Laporan keuangan perusahaan dagang yang tidak keok penting ialah laporan stok barang yang berisi daftar barang, stok pergudang dan SKU. Lebih jauh, laporan ini juga dapat berisi data perihal barang yang paling laku penjualannya dan juga mengamati skor penjualan perbarang.

Itulah ulasan lengkap mengenai laporan keuangan perusahaan dagang yang bisa kamu pelajari. Semoga bermanfaat!

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cara Memblokir No Hp

HP Vivo Dibawah 2 Jutaan

Cara Melacak Hp yg Mati

Recent Comments