Wednesday, August 10, 2022
Home Health & Fitness Efek Samping Rifampicin

Efek Samping Rifampicin

Efek Samping Rifampicin – Rifampicin atau rifampin merupakan obat antibiotik yang dimanfaatkan untuk mengobati sejumlah penyakit akibat infeksi bakteri. Obat rifampicin ini bekerja dengan cara membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi.

Penyakit karena infeksi bakteri yang bisa diobati dengan rifampicin yaitu kusta dan tuberkulosis (TBC). Tidak hanya itu, rifampicin juga dimanfaatkan untuk mencegah serta mengobati infeksi bakteri N. meningitidis dan H. influenza tipe B (Hib) yang tidak menimbulkan gejala (asimptomatik).

Untuk pengobatan tuberkulosis (TBC), rifampicin dapat dikonsumsi bersama obat antibiotik lain, seperti isoniazid, ethambutol atau pyrazinamide. Obat rifampicin ini tersedia dalam bentuk sediaan tunggal ataupun kombinasi dengan antibiotik jenis lain.

Merek dagang Rifampicin, yaitu seperti Rimcure Paed, TB RIF, Kalrifam, Corifam, Rifabiotic, Merimac, RIF, Rifanh, Rimactazid, Rifastar, Rifamtibi, Rimactane, dan Rifampicin. Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, termasuk juga dengan rifampicin.

efek samping rifampicin

Lantas, apa saja efek sampingnya? Yuk, langsung saja simak ulasan artikel mengenai efek samping rifampicin yang sudah afuza.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Baca Juga: Efek Samping Ibuprofen

Efek Samping Rifampicin yang Perlu Anda Ketahui!

Penggunaan rifampicin dapat mengakibatkan timbulnya efek samping. Efek samping yang dapat timbul bisa berupa:

    • Gangguan saluran cerna, seperti muntah, mual, tidak nafsu makan, nyeri ulu hati, diare, radang usus.
    • Gangguan pada fungsi hati, seperti penyakit kuning, hepatitis, hingga kerusakan hati.
    • Masalah jantung, seperti gangguan irama jantung serta henti jantung.
    • Gangguan darah, seperti turunnya kadar sel darah putih (leukopenia), anemia hemolitik atau trombositopenia.
    • Gangguan pada ginjal, seperti penurunan jumlah urine.
    • Perubahan warna urine, keringat, atau air liur menjadi oranye, kuning atau coklat.

Segera ke dokter apabila Anda mengalami keluhan di atas atau timbul reaksi alergi obat yang ditandai dengan timbulnya ruam kulit yang terasa gatal, bengkak di kelopak mata atau bibir, dan sulit bernapas.

Baca Juga: Efek Samping Tramadol

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Rifampicin

    1. Hindari mengonsumsi rifampicin apabila Anda mempunyai alergi terhadap obat ini.
    2. Hindari minum minuman beralkohol selama mengonsumsi rifampicin, sebab bisa meningkatkan risiko penyakit liver.
    3. Beri tahu dokter apabila Anda kecanduan alkohol, menderita diabetes, HIV/AIDS, porfiria, atau gangguan hati, seperti penyakit kuning dan hepatitis.
    4. Konsultasikan kepada dokter obat apa saja yang sedang Anda gunakan, termasuk suplemen, vitamin, dan obat herbal.
    5. Hati-hati mengonsumsi rifampicin jika Anda memakai lensa kontak, sebab lensa kontak Anda bisa berubah warna selama mengonsumsi rifampicin.
    6. Rifampicin bisa mengubah warna tinja, urine, air liur, keringat, dan dahak menjadi orange atau cokelat kemerahan. Efek ini akan hilang sesudah Anda berhenti mengonsumsi rifampicin.
    7. Rifampicin bisa menurunkan efektivitas vaksin yang memakai bakteri hidup, misalnya seperti vaksin tifoid. Oleh karena itu, jangan menjalankan imunisasi sebelum berkonsultasi dengan dokter.
    8. Rifampicin bisa memengaruhi efektivitas pil KB. Selama mengonsumsi obat ini, dianjurkan untuk memakai kontrasepsi jenis lain.
    9. Rifampicin bisa memengaruhi hasil pemeriksaan medis. Oleh karena itu, beri tahu dokter bahwa Anda tengah menggunakan rifampicin sebelum melakukan pemeriksaan medis.
    10. Jika Anda tengah hamil, merencanakan kehamilan atau menyusui, disarankan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi rifampicin.
    11. Segera ke dokter apabila timbul reaksi alergi obat atau overdosis sesudah mengonsumsi rifampicin.

efek samping rifampicin

Cara Mengonsumsi Rifampicin dengan Benar

Konsumsi rifampicin sesuai dengan informasi yang tertera pada kemasan atau resep dokter. Ada baiknya, rifampicin dikonsumsi ketika perut kosong, yakni 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Minumlah rifampicin bersama dengan segelas air. Apabila Anda sulit menelan rifampicin kapsul, maka Anda dapat membuka kapsul tersebut kemudian taburkan di sendok lalu minum bersama air.

Apabila diresepkan rifampicin sirup, kocok terlebih dahulu sebelum diminum. Pakai sendok takar yang disertakan di dalam kemasan. Agar pengobatan efektif, usahakan untuk mengonsumsi rifampicin pada waktu yang sama tiap harinya.

Jika Anda lupa mengonsumsi rifampicin, maka segeralah konsumsi ketika ingat apabila jeda dengan waktu konsumsi selanjutnya tidak terlalu dekat. Apabila sudah dekat, abaikan dan hindari menggandakan dosis.

Pastikan Anda tetap menggunakan rifampicin dan laksanakan kontrol rutin ke dokter meskipun keluhan sudah menghilang. Menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu bisa menyebabkan infeksi kambuh kembali dan nmenyebabkan bakteri terus tumbuh.

Simpan rifampicin di ruangan dengan suhu 15 hingga 30° Celcius. Hindari dari paparan sinar matahari atau panas yang berlebihan.

Baca Juga: Efek Samping Simvastatin

Efek Samping Interaksi Rifampicin dengan Obat Lain

Berikut ini adalah sejumlah efek interaksi yang bisa terjadi apabila mengonsumsi rifampicin bersama dengan obat lain:

    1. Penurunan efektivitas phenytoin dan teofilin.
    2. Meningkatkan risiko kerusakan hati apabila digunakan bersama dengan halothane, ritonavir, dan isoniazid.
    3. Penurunan efektivitas ketoconazole dan enalapril.
    4. Penurunan efektivitas rifampicin jika digunakan bersama antasida.

Baca Juga: Efek Samping Dexamethasone

Itulah berbagai efek samping rifampicin yang perlu Anda ketahui. Semoga ulasan artikel di atas dapat bermanfaat untuk Anda dan semakin menambah wawasan pengetahuan Anda.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cara Merekam Layar HP

Konsultan Bisnis Adalah

Lacak Hp Pake Gmail

Recent Comments