Wednesday, August 10, 2022
Home Health & Fitness Efek Samping Propolis

Efek Samping Propolis

Efek Samping Propolis – Sebenarnya apa sih propolis itu? Apakah Anda tahu bahwa lebah tidak hanya memproduksi madu? Ternyata, lebah juga memproduksi senyawa dari getah pohon atau tanaman hijau yang disebut propolis.

Lebah tersebut menggabungkan getah, lilin lebah, dan kotoran mereka sendiri. Hasilnya berwarna coklat kehijauan, bertekstur lengket dan dipakai sebagai pelapis untuk membangun sarang lebah. Nah, inilah yang dinamai propolis.

Ketika peradaban kuno, ribuan tahun lalu banyak orang yang memanfaatkan propolis karena khasiatnya untuk mengobati berbagai penyakit. Contohnya, orang Yunani memanfaatkan propolis untuk mengobati abses.

Sementara orang Asiria menggunakan propolis untuk dioleskan pada luka untuk mempercepat proses penyembuhan, bahkan tumor guna melawan infeksi. Serta, orang Mesir memanfaatkan propolis untuk membalsem mumi supaya lebih awet.

Propolis dinilai mempunyai sifat antivirus, antibakteri, antijamur, dan antiradang. Walaupun banyak produk-produk propolis yang mengklaim mengenai manfaat propolis untuk kesehatan, namun sampai sekarang ini belum ada cukup bukti dan riset yang menjelaskan apakah produk propolis aman dikonsumsi secara terus menerus atau tidak.

efek samping propolis

Meskipun propolis tidak mempunyai risiko yang tinggi walau dikonsumsi jangka panjang. Namun, Anda juga perlu tetap waspada dengan efek samping yang ditimbulkan ketika mengonsumsi propolis.

Lantas apa saja efek sampingnya? Yuk, langsung saja simak ulasan artikel mengenai efek samping propolis yang sudah afuza.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Baca Juga: Efek Samping Antibiotik

Efek Samping Propolis yang Perlu Anda Ketahui!

1. Alergi

Di balik khasiat propolis, produk ini bisa mengakibatkan alergi, khususnya pada orang yang mempunyai alergi pada segala jenis produk lebah seperti madu dan propolis. Alergi dapat berupa iritasi sampai sariawan.

Menurut riset yang dikerjakan oleh Journal of Pharmacy BioAllied Sciences mengungkapkan bahwa sekarang ini pemakaian propolis sudah sangat luas, mulai dari industri obat-obatan, makanan, kosmetik, hingga produk kebersihan.

Namun, sejumlah laporan yang berhubungan dengan kasus alergi semakin meningkat di berbagai daerah terkait produk yang memiliki kandungan propolis. Beragam studi uji tempel sudah menunjukkan tingkat reaksi yang berbeda.

Reaksi alergi bisa bermanifestasi sebagai chelitis kontak, eksim perioral, stomatitis kontak, edema labial, nyeri mulut, pengelupasan bibir, dan dispnea.

efek samping propolis

2. Gagal Ginjal

Penelitian yang dilakukan oleh Bellegrandi dkk. juga menunjukan adanya kasus gagal ginjal akut setelah pada seorang pria 59 tahun memerlukan hemodialisis untuk gagal ginjal akut.

Diketahui, sebelum mengalami gagal ginjal, pasien menderita kolangiokarsinoma mengonsumsi propolis selama 2 minggu.

Fungsi ginjal membaik sesudah berhenti mengonsumsi propolis. Namun, memburuk kembali sesudah mengonsumsi propolis. Kemudian normal kembali sesudah menghentikan penggunaan propolis untuk kedua kalinya.

Kasus ini membuktikan bahwa propolis bisa mengakibatkan gagal ginjal akut dan menekankan adanya kewaspadaan dan perawatan jika propolis dimanfaatkan sebagai obat atau suplemen makanan.

Oleh sebab itu, supaya tidak terjadi hal-hal yang membahayakan orang lain, dibutuhkan resep dokter saat mengkonsumsi propolis.

Baca Juga: Efek Samping Pil KB

3. Asma

Sejumlah ahli percaya bahan kimia tertentu dalam propolis bisa memperparah asma. Hal ini dijelaskan dalam jurnal penelitian dengan judul Asthma and complementary therapies.

Dalam jurnal tersebut diungkapkan bahwa sejumlah pelengkap terapi yang bisa menyebabkan gejala asma yaitu bee pollen, echinacea, royal jelly, propolis, bawang putih dan produk lainnya yang memiliki kandungan aspirin.

Sehingga, jangan menggunakan propolis apabila Anda mempunyai riwayat penyakit asma. Tidak hanya itu, konsultasikan pilihan pengobatan asma secara terbuka dengan para ahli dan dokter supaya dapat mengobati penyakit asma secara menyeluruh, ya.

4. Meningkatkan Risiko Perdarahan

Sedangkan, berdasarkan Polish Journal of Thoracic and Cardiovascular Surgery melaporkan bahwa propolis mampu meningkatkan risiko perdarahan dengan memperlambat proses pembekuan darah.

Skalli dkk. mengungkapkan bahwa alkaloid yang terkandung dalam propolis bisa mengakibatkan efek samping kardiovaskular.

Tidak hanya itu, propolis bisa meningkatkan risiko perdarahan selama dan sesudah operasi. Oleh sebab itu, disarankan untuk berhenti mengonsumsi propolis selama 2 minggu sebelum operasi.

Baca Juga: Efek Samping KB Implan

Itulah beberapa efek samping propolis yang perlu Anda ketahui. Walaupun sejumlah efek samping tidak dirasakan oleh semua orang yang mengonsumsi propolis, namun sebaiknya Anda konsultasi ke dokter atau para ahli mengenai takaran dan jumlah yang diperlukan oleh tubuh ketika mengonsumsi propolis.

Jangan sampai Anda hanya tergiur dengan khasiatnya dan iklan produk di televisi ataupun sosial media, Anda lalu mengonsumsi propolis tanpa resep dokter dan asal-asalan. Sebab, hal tersebut dapat membahayakan tubuh bahkan nyawa.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cara Merekam Layar HP

Konsultan Bisnis Adalah

Lacak Hp Pake Gmail

Recent Comments