Sunday, August 14, 2022
Home Health & Fitness Efek Samping Obat Tidur

Efek Samping Obat Tidur

Efek Samping Obat Tidur – Obat tidur merupakan jenis obat yang dimanfaatkan sebagai pengobatan jangka pendek terhadap gangguan ataupun masalah tidur. Perlu diketahui, obat ini hanya dapat diperoleh melalui resep dokter.

Ketika Anda mengalami insomnia atau gangguan tidur, jangan terburu-buru mengonsumsi obat tidur. Sebab, terdapat banyak cara lain yang lebih aman untuk mengatasi masalah susah tidur, misalnya dengan melakukan yoga, sleep hygiene, relaksasi, dan olahraga rutin.

Anda tidak memerlukan obat tidur jika masalah tidur berhasil diatasi dengan beragam metode di atas. Namun, apabila Anda masih merasa susah tidur, Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh penanganan.

Untuk mengatasi insomnia yang Anda alami, dokter mungkin akan meresepkan obat tidur. Tidak hanya itu, dokter juga akan mencari tahu penyebab gangguan tidur yang Anda derita serta mengatasinya.

Jika digunakan tanpa pengawasan ataupun anjuran dokter, obat tidur dapat menyebabkan berbagai efek samping yang berbahaya.

efek samping obat tidur

Lantas, apa saja efek sampingnya tersebut? Yuk, langsung saja simak ulasan artikel mengenai efek samping obat tidur yang sudah afuza.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Baca Juga: Efek Samping Rifampicin

Efek Samping Obat Tidur yang Perlu Anda Ketahui!

Sama halnya dengan obat-obatan lain, obat tidur juga mempunyai efek samping. Beberapa efek samping mengonsumsi obat tidur, yaitu:

    • Sulit konsentrasi dan mudah lupa
    • Perubahan nafsu makan
    • Pertambahan berat badan
    • Perubahan suasana hati (mood) atau perilaku
    • Perubahan libido
    • Sensasi perih atau kesemutan pada lengan, kaki, tangan
    • Gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual, diare, atau susah buang air besar
    • Gangguan pergerakan tubuh, contohnya gangguan koordinasi tubuh atau tubuh gemetaran (tremor)
    • Pusing
    • Sakit kepala
    • Mulut atau tenggorokan kering
    • Lemas
    • Dada berdebar atau detak jantung tidak teratur

Baca Juga: Efek Samping Simvastatin

Tidak jarang obat tidur juga dapat menyebabkan reaksi alergi. Walau jarang terjadi, alergi yang terjadi dapat cukup parah hingga mengakibatkan reaksi anafilaksis.

Sedangkan, pemakaian obat tidur tanpa pengawasan dokter dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan. Pada kasus tertentu, obat tidur memiliki efek samping bisa mengakibatkan seseorang mengalami parasomnia.

Parasomia adalah kondisi saat seseorang melakukan perilaku tertentu secara tidak sadar pada saat tidur, contohnya makan, berjalan atau membuka pintu. Orang yang menderita parasomnia juga dapat mengalami mimpi buruk.

efek samping obat tidur

Aturan Konsumsi Obat Tidur

Obat tidur terdiri dari beragam jenis dan masing-masing mempunyai manfaat serta efek samping tersendiri. Terdapat obat tidur yang bekerja dengan cara membuat pengguna mengantuk serta ada juga yang membuat pengguna tidur lebih lama, sehingga lebih mudah tidur.

Obat tidur dalam katergori benzodiazepine disebut sebagai penenang sistem saraf di otak dan mampu memperlambat kerja sistem saraf. Sedangkan obat tidur kategori non-benzodiazepine mempunyai efek samping yang lebih minim.

Untuk bisa mendapatkan obat tidur yang tepat, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Sebelum memberikan resep obat tidur, dokter akan menjalankan pemeriksaan terlebih dahulu guna menentukan apa penyebab masalah tidur yang Anda alami. Sleep study adalah salah satu metode pemeriksaan yang bisa dilakukan dokter.

Apabila masalah tidur yang Anda alami diakibatkan oleh pola tidur serta pola hidup yang buruk, dokter akan menganjurkan Anda untuk mengubah pola tidur, contohnya tidur di jam yang teratur dan hindari kebiasan begadang.

Namun, apabila masalah tidur yang Anda alami telah cukup parah, dokter dapat meresepkan obat tidur. Umumnya, obat-obatan sejenis obat tidur ini hanya disarankan untuk dikonsumsi dalam jangka pendek guna mencegah kecanduan obat.

Baca Juga: Efek Samping Tramadol

Tips Aman Mengonsumsi Obat Tidur

Obat tidur dapat berbahaya apabila dikonsumsi oleh orang yang mempunyai riwayat penyalahgunaan narkoba ataupun keadaan medis lain, seperti penyakit hati, asma dan gangguan ginjal.

Obat ini juga harus digunakan dengan hati-hati pada ibu hamil atau menyusui serta lansia. Apabila Anda memang harus mengonsumsi obat tidur, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Konsultasi kepada Dokter

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sebaiknya periksakan diri terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsi obat tidur.

Dokter akan mencari tahu penyebab masalah tidur yang Anda derita. Dan, apabila dirasa perlu, maka dokter akan meresepkan obat tidur yang sesuai dengan keadaan kesehatan Anda.

efek samping obat tidur

2. Konsumsi di Waktu yang Tepat

Obat tidur disarankan diminum 15 menit sebelum waktu tidur. Apabila masih ada aktivitas yang ingin dilakukan, ada baiknya hindari mengonsumsi obat ini dulu.

Obat tidur dapat menyebabkan Anda mengantuk atau bahkan sulit konsentrasi sehingga akan membahayakan Anda ketika beraktivitas.

3. Konsumsi Sesuai Dosis

Pastikan Anda mengetahui apa saja efek sampingnya serta mematuhi dosis pemakaian obat tidur sesuai petunjuk, terlebih jika diresepkan oleh dokter.

Apabila masih ada informasi yang kurang Anda pahami, Anda perlu konsultasikan kepada dokter yang meresepkan obat tersebut

Beberapa macam obat tidur memang hanya ditujukan untuk diminum jangka pendek, contohnya sekitar 7–10 hari. Jangan menghentikannya tanpa sepengetahuan dokter atau mengonsumsi obat tidur lebih dari jangka waktu yang sudah dianjurkan.

Baca Juga: Efek Samping Ibuprofen

4. Konsumsi Sesuai Aturan

Tidak hanya dosis, terdapat aturan konsumsi obat tidur yang juga perlu diperhatikan. Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat tidur bersamaan dengan minuman beralkohol sebab bisa menyebabkan efek interaksi obat.

Hal tersebut dapat mengakibatkan obat tidur tidak bekerja dengan efektif atau malah mengakibatkan keracunan obat. Tidak hanya alkohol, Anda juga tidak dianjurkan mengonsumsi jeruk bali atau jus jeruk bali ketika mengonsumsi obat tidur.

Supaya lebih aman, perlu diingat untuk senantiasa mengonsumsi obat tidur dengan air putih serta konsultasikan ke dokter mengenai minuman atau makanan apa saja yang harus dijauhi ketika mengonsumsi obat tidur.

Susah tidur adalah masalah tidur yang kerap terjadi dan tidak selalu diperlukan obat tidur guna mengatasinya. Sesudah dokter mengetahui jenis masalah tidur yang Anda alami serta menentukan penyebabnya, maka pemanfaatan obat tidur baru dibutuhkan.

Jika sesudah mengonsumsi obat tidur Anda mengalami efek samping berupa nyeri dada, hilang ingatan jangka pendek, gatal dan ruam di kulit, sesak napas, bengkak-bengkak di tubuh, atau merasa sulit untuk berhenti minum obat tidur, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter.

Itulah berbagai efek samping obat tidur yang perlu Anda ketahui. Semoga ulasan artikel di atas dapat bermanfaat untuk Anda dan semakin menambah wawasan pengetahuan Anda.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments