Saturday, August 13, 2022
Home Knowledge Ciri Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Ciri Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Ciri Ciri Sistem Ekonomi Tradisional – Sebelum sistem ekonomi berkembang dengan begitu modernnya seperti era sekarang ini, ekonomi jaman dulu sudah berjalan dengan sistem yang lebih tradisional dan sederhana.

Sistem ekonomi tradisional memiliki beberapa ciri dan perbedaan yang begitu mencolok jika dibandingkan dengan ekonomi yang telah berjalan di masa modern sekarang ini. Agar dapat memahami apa saja perbedaanya dan seperti apa sistem ekonomi tradisional, berikut kami telah merangkumnya dalam artikel dibawah.

BACA JUGA : Apa Itu Resesi Ekonomi?

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

ciri ciri sistem ekonomi tradisional
Sumber : https://akcdn.detik.net.id/

Suatu negara dalam melaksanakan sebuah sistem perekonomian, akan menggunakan sebuah sistem yang dirancang sedemikian rupa agar dapat mengalokasikan sumber tenaga milik negara tersebut kepada seluruh rakyatnya. Sistem perekonomian setiap negara akan berbeda dengan negara lainnya.

Begitu pula dalam satu negara, sistem ekonomi juga dapat berbeda dari masa ke masa seiring perkembangan zaman.

Pada masa lmapau terdapat sebuah sistem ekonomi yang sama-sama memiliki tujuan untuk pemenuhan kebutuhan hidup setiap manusia.

Keperluan hidup orang zaman dahulu juga masih sederhana, sehingga tidak memerlukan sebuah sistem ekonomi yang kompleks. Pada masa tersebut, masyarakat telah memberlakukan sebuah sistem pemenuhan kebutuhan, atau biasa disebut dengan sistem ekonomi tradisional.

Pada sistem ekonomi ini, tidak dibutuhkan campur tangan pemerintah kepada tiap-tiap aktivitas ekonomi, malahan dapat dibilang pemerintah hanya berperan sebagai penjaga ketertiban dalam cara kerja transaksi di zaman dahulu.

Proses transaksi yang terjadi sendiri mengaplikasikan sistem konvensional barter atau saling bertukar barang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Dalam sistem barter ini, harga sekilo garam menjadi sama nilainya dengan sekilo daging sapi, dan lain sebagainya.

BACA JUGA : Komunikasi Pemasaran

Karakteristik Sistem Perekonomian Tradisional Pada Masa Lampau

Masing-masing sistem ekonomi memiliki ciri atau karakteristik yang berbeda-beda, sehingga akan berguna sebagai pemberi keragaman bagi sistem ekonomi tersebut. Oleh karena itu, adanya perbedaan ciri-ciri yang khas ini membuat masing-masing sistem ekonomi menjadi unik dan beragam.

Begitupun dengan sistem ekonomi tradisional ini, yang memiliki beberapa ciri-ciri / karakteristik sebagaimana yang akan dijelaskan berikut.

1. Mengaplikasikan Sistem Barter

Sumber : http://3.bp.blogspot.com/

Pada masa lampau manusia belum mengenal mata uang. Pada masa tersebut mata uang yang saat ini menjadi alat transaksi belum ditemukan, sehingga masyarakat pada masa itu mengaplikasikan sistem saling menukarkan barang yang dimilikinya dengan berbagai barang keperluannya.

Sistem saling bertukar barang ini lebih dikenal sebagai sistem barter. Barter berkembang pesat saat itu, sebab dinilai lebih efektif dan mudah.

Pada sistem barter, orang akan datang ke pasar untuk saling bertukar barang dengan orang lain. Masing-masing akan membawa barang miliknya untuk dapat ditukarkan dengan barang yang menjadi keperluannya.

Barter dapat dilaksanakan antar komunitas, atau antar individu yang tidak memiliki kesamaan produksi atau kebiasaan.

Misalnya antara komunitas pemburu dengan nelayan. Mereka akan saling menukarkan antara daging hewan hasil buruan dengan ikan, tanpa adanya mata uang sebagai perantaranya.

BACA JUGA : Analisis Laporan Keuangan Adalah

2. Peran Pemerintah yang Terbatas

ciri ciri sistem ekonomi tradisional
Sumber : https://cirill.net/

Jika pada saat ini peran pemerintah sangatlah luas dalam mengontrol perekonomian dalam negaranya, lain halnya pada saat masa lalu. Pada masa lalu sebelum didirikannya sebuah pemerintahan yang kompleks, pemerintah hanya memiliki peran terbatas dalam mengontrol sistem perekonomian dan transaksi setiap masyarakat.

Bahkan dalam sistem perekonomian ini, pemerintah tidak terlibat secara langsung, dan hanya memantau saja. Sebab perannya hanyalah sebatas untuk menjaga supaya cara kerja barter di pasar dapat berjalan dengan lebih tertib dan tidak menimbulkan keributan maupun kecurangan.

3. Berkembang di Sebuah Komunitas Sosial

Sumber : https://media.suara.com/

Karakteristik selanjutnya dari sistem perekonomian tradisional adalah perkembangan dan pengaruhnya hanya sebatas komunitas tertentu saja dan dalam lingkup kecil. Bahkan sekali-sekali ruang lingkupnya lebih sempit seperti hanya berjalan di beberapa keluarga saja.

Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, mereka akan menggunakan cara-cara tradisional yang telah diajarkan secara turun-temurun dari para leluhurnya. Sistem perekonomian tradisional ini berkembang pada sebuah komunitas kecil yang dalam kehidupannya sering berpindah-pindah atau nomaden.

Komunitas kecil ini biasanya akan tinggal di wilayah yang cukup luas untuk dapat menemukan cukup makanan. Selain itu mereka mencontoh kebiasaan hewan dalam berpindah-pindah tempat hidup sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan makanan dan kehidupnya.

Masing-masing komunitas juga amat menggantungkan diri pada sumber kekayaan alam yang ada di sekitarnya. Dengan begitu mereka harus berkompetisi dengan komunitas lainnya untuk dapat memperebutkan sumber kekayaan alam yang tersedia.

BACA JUGA : Cara Menggunakan Tensi Manual

4. Memproduksi Sesuai Keperluan

Sumber : https://sosiologis.com/

Salah satu ciri utama dalam sistem ekonomi tradisional yakni produksi yang terbatas. Mereka memproduksi sesuai dengan keperluannya sendiri atau kelompoknya. Amat jarang ditemukan terjadinya kelangkaan atau kelebihan bahan makanan.

Dalam memproduksi keperluannya, mereka juga akan menggunakan cara-cara yang simpel dan erat hubungannya dengan kebiasaan.

Cara-cara ini akan selalu diajarkan secara turun-temurun dan biasanya apa yang mereka produksi adalah barang-barang tetap. Sehingga akan kecil kemungkinanya jika terjadi persaingan dan perdagangan, sebab produksi mereka disesuaikan dengan kebutuhan saja.

5. Mulai Berkembang Setelah Mengenal Sistem Pertanian

ciri ciri sistem ekonomi tradisional
Sumber : https://1.bp.blogspot.com/

Pada awalnya, sistem nomaden (berpindah pindah tempat hidup) erat hubungannya dengan sistem perekonomian tradisional. Mereka akan berpindah-pindah dalam kurun waktu tertentu sebagai upayanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka juga meniru kebiasaan migrasi hewan dan mencontohnya sebagai cara bertahan hidup.

Sistem nomaden ini erat hubungannya dengan sistem kekeluargaan dan gotong royong. Namun setelah manusia mulai mengenal sistem pertanian, sistem nomaden mulai berkurang dan mulai ditinggalkan.

Sebab dari sitem pertanian itulah manusia dapat memenuhi kebutuhan hidup, dan mulai melaksanakan transaksi perdagangan. Sistem ini pulalah yang kemudian menjadikan mereka mewujudkan adanya mata uang sebagai fasilitas perdagangan yang lebih praktis dan dapat bertahan lama.

BACA JUGA : Cara Mengecek Saldo KIP Lewat HP

Demikian ulasan mengenai ciri ciri sistem ekonomi tradisional dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan dapat berguns bsgi kita semua.

Previous articleArti Konsultan Bisnis
Next articlePemasaran Jasa
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Spesifikasi HP Vivo Y81

Cara Printer Dari HP

Cek No HP Indosat

Recent Comments