Wednesday, August 10, 2022
Home Health & Fitness Budidaya Tanaman Jahe

Budidaya Tanaman Jahe

Budidaya tanaman jahe – Jahe salah satu tananam yang dapat meningkatkan daya bendung tubuh di tengah pandemi ketika ini. Budidaya jahe di rumah pun gampang, dari mulai menyiapkan benih hingga pemeliharannya.

Penasaran dengan cara menanam jahe? Yuk simak ulasan berikut ini yang akan membahas dengan lengkap mengenai budidaya tanaman jahe yang mudah dan tentunya dapat kamu ikuti untuk dicoba sendiri dirumah.

Baca juga: Wedang Jahe Merah

1. Budidaya Tanaman Jahe Penyiapan Bibit

budidaya tanaman jahe
Sumber: https://ilmubudidaya.com/

Bibit yang digunakan yaitu benih berkualitas atau bersertifikat. Tanaman jahe bisa saja kamu kembangbiakkan dengan menggunakan rimpang yang sudah memiliki tunas ataupun anakan.

Rimpang yang akan kamu gunakan sebagai benih haruslah sehat dan berumur lebih dari 9 BST, kulit rimpang tidak kisut, tidak terkelupas, bernas, mengkilat, dan juga memiliki 2 hingga 3 mata tunas. Pemilihan sumber benih dimulai dari pertanaman hingga di gudang.

Rimpang yang sudah siap untuk digunakan sebagai benih dipotong dengan ukuran untuk jahe merah/ jahe putih kecil 20 hingga 40g dan untuk jahe putih berukuran besar 30 hingga 60g.

Potongan rimpang dicelupkan ke dalam larutan dari desinfektan kemudian keringkan atau kamu bisa menaburi dengan abu dapur ataupun sekam dari padi pada bagian atas dari media semai. Komponen rimpang yang terbaik dibuat benih yaitu ruas kedua dan ketiga.

Sebelum rimpang dari jahe di taman, rimpang harus di tunaskan terlebih dahulu. Dengan cara rimpang di hamoarkan di atas alang-alang tipis atau diatas jerami yang di tempatkan di tempat teduh atau di dalam sebuah gudang.

Selama penyemaian dilaksanakan penyiraman pantas kebutuhan dengan metode disemprot (jangan disiram). Bibit yang sudah bertunas atau dengan tinggi 1 hingga 2 cm sudah siap untuk ditanam di lapang.

Kebutuhan benih:

  • Jahe emprit/ jahe merah: 1 hingga 1,5 ton/ha
  • Jahe gajah: 2 hingga 2,5 ton/ha

Dengan Poppulasi 40.000 tanaman/ha berpotensi hasil:

  • Jahe merah/ jahe emprit: 16 ton/ha
  • Jahe gajah/ jahe putih besar: 37ton/ha

2. Budidaya Tanaman Jahe Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan dilaksanakan dengan membajak atau mencangkul tanah hingga kedalaman 25-30 cm, selanjutnya membikin bedengan sejalan lereng dengan jarak tanam sekitar 60 x 40 cm. Tinggi dari bedengan sekitar 40cm dan untuk lebar serta panjang dapat disesuaikan dengan lereng. Dan untuk parit ataupun jarak antar bedengan sekitar 40cm.

budidaya tanaman jahe
Sumber: https://www.grosirbibittanaman.co.id/

3. Pemupukan

Pemupukan awal pada ketika pengolahan lahan dikasih pupuk organik/pupuk kandang 0,5-1 kg/lubang. Diberikan 2-4 pekan sebelum penanaman. Pada usia 4 BST kamu bisa memberikan pupuk kandang kedua sekitar sebantak 20 ton/ha.

Pemupukan saat pengolahan lahan diberi pupuk organik ataupun pupuk kandang 0,5 hingga 1 kg pada setiap lubang. Diberikan 2-4 pekan sebelum penanaman.

Pada umur 4 BST dapat pula dikasih pupuk kandang kedua sebanyak 20 ton/ha.Seandainya dibutuhkan, pupuk anorganik dikasih dengan dosis 300-400 kg urea per ha yang dikasih dalam tiga agihan masing masing 1/3 dosis pada umur 1, 2 dan 3 BST, meskipun SP-36 300 kg/ha dan KCL 400 kg/ha dikasih pada waktu tanam.

4. Budidaya Penanaman Tanaman Jahe

Penanaman bisa kamu lakukan pada awal musim hjan, dengan jarak per tanaman sudah di tentukan dengan ke dalaman tanam sekitar 5 hingga 7cm.

Letakkan bibit dengan hati-hati ke dalam lubang tanam yang kamu buat dengan posisi rebah dan tunas menghadap ke atas, untuk tanah yang berada di sekitar benih agak dipadatkan agar benih tetap kokoh. Kemudian tutup kembali benih dengan tanah.

Baca juga: Bibit Jahe Merah

5. Pemeliharaan Tanaman Jahe

Penyulaman dilaksanakan hingga umur 1,5 BST dengan menerapkan benih cadangan yang telah diseleksi dan disemaikan. Penyiraman Jahe termasuk tanaman yang tak menyenangi tempat yang tergenang.

Pada masa kritis kebutuhan air untuk tanaman jahe hingga saat masa pertumbuhan vegetatif optimum atau 6 bulan setelah ditanam. Penyiangan dan Pembumbunan Penyiangan dilaksanakan dengan metode membuang gulma dengan hati-hati hingga umur 6 BST.

Perbaikan saluran drainase pemisah petak dilaksanakan dengan menaikkan permukaan tanah pada petak tanaman pada ketika musim hujan. Pembumbunan dilaksanakan setelah penyiangan mulai umur 3 bulan.

6. Panen

Untuk jahe yang masoh muda kamu bisa panen pada usia 4 hingga 6 BST. Dan untuk benih dapat kamu panen setelah daun dari tanaman jahe menguning dan juga mati. Untuk jahe putih besar dan jahe emprit usia lebih dari 9 BST.

Jahe merah pada usia 10 BST. Panen bisa kamu lakukan dengan cara bongkar semua rimpang jahe dengan menggunakan garpu kemudian angkat semua kemudian semua tanah dan juga akar yang sudah menempel bisa kamu bersihkan.

budidaya tanaman jahe
Sumber: https://www.infoagribisnis.com/

Baca juga: Manfaat Sereh dan Jahe

7. Pascapanen

Untuk kebutuhan konsumsi, rimpang yang sudah dipanen dicuci hingga bersih dengan menggunakan air mengalir, setelah itu tiriskan dan keringkan dengan dianginkan. Kemudian masukkan ke dalam karung dan simpan.

Untuk pembuatan simplisia rimpang dicuci bersih, ditiriskan kemudian diiris membujur dengan ketebalan 2-5 mm, dijemur dibawah sinar sang surya yang telah dialasi dengan tikar bambu yang bersih dan ditutup kain hitam hingga kadar air 9-10% atau dikeringkan dengan oven dengan temperatur tak lebih dari 45oC.

Simplisia yang sudah mengering dapat kamu kemas dalam wadah yang kering dan juga dikemas dalam sebuah wadah yang kedap udara.

Wadah atau kemasan yang digunakan sebaiknya bersifat inert, artinya tak gampang beraksi dengan bahan lain, tak berbisa, sanggup melindungi simplisia dari penguapan aktif, imbas sinar, oksigen, uap air, cemaran mikroba, kotoran, dan serangga.

Kemasan dikasih label yang berisi info nama bahan, tanggal produksi, tempat produksi dan berat bersih. Simplisia yang telah dikemas disimpan di ruang penyimpanan yang bersih, adem (temperatur ruang 10-15oC) dan kering.

Untuk kebutuhan benih, rimpang yang telah dibersihkan dimasukan dalam karung jala, atau dibentuk di atas rak/para para, di ruang penyimpanan yang adem, ventilasi, tak bocor, penerangan cukup, tak kena sinar sang surya lantas, dan bebas dari hama gudang.

Itulah ulasan lengkap mengenai budidaya tanaman jahe yang dapat kamu pelajari dan kamu praktekkan. Semoga bermanfaat!

Previous articleWebsite Drama Korea
Next articleMerk-Merk Tas Wanita
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cara Merekam Layar HP

Konsultan Bisnis Adalah

Lacak Hp Pake Gmail

Recent Comments