Saturday, August 13, 2022
Home Bisnis Budidaya Jangkrik

Budidaya Jangkrik

Budidaya Jangrik – Jangkrik adalah salah satu jenis serangga yang kerap dijadikan pakan hewan peliharaan dan ternak. Jadi, tidak heran apabila permintaan jangkrik di pasaran tidak pernah surut.

Apabila Anda tertarik budidaya jangkrik, terdapat cara jitu yang cukup mudah. Apakah Anda siap mendulang untung dari bisnis ini? Cara ternak jangkrik dapat terbilang cukup mudah, baik untuk skala kecil ataupun besar.

Termasuk, bagi pemula yang ingin menjadikan ternak jangkrik sebagai lahan bisnis. Permintaan terhadap serangga ini cukup tinggi, lantaran sering kali dijadikan pakan burung, ikan, dan reptil.

Anda juga perlu mengetahui tentang karakteristik jangkrik sebelum memulai budidaya. Menurut penelusuran, ada lebih dari 1.000 spesies jangkrik di daerah tropis. Untuk di Indonesia sendiri setidaknya sudah dikenal 100-an spesies jangkrik.

Budidaya jangkrik ternyata dapat mendulang untung sampai jutaan rupiah apabila Anda tekun dalam melakukannya. Lalu bagaimana cara budidaya jangkrik yang benar? Yuk, langsung saja simak ulasan artikelnya yang sudah afuza.co.id rangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Cara Jitu Budidaya Jangkrik

Dikutip dari berbagai sumber, terdapat beberapa hal yang perlu Anda siapkan sebelum memulai budidaya jangkrik. Sebelumnya, kenali dahulu karakteristiknya sebelum budidaya jangkrik. Karakteristik jangkrik, yaitu:

    • Hewan herbivora.
    • Di alam bebas memakan daun-daunan muda seperti rerumputan.
    • Dalam lingkungan budidaya, dapat diberi pakan sayuran hijau yang banyak mengandung air seperti bayam, selada, sawi, mentimun, dan daun pepaya.
    • Menyukai tempat gelap.

budidaya jangkrik

Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya jangkrik:

1. Menentukan Lokasi

Jangkrik sangat menyukai lokasi sunyi, teduh, dan tenang. Tidak hanya itu, jangkrik juga senang mendapat sirkulasi udara yang baik untuk penyesuaian suhu ruangan. Hindari lokasi yang bising dan ramai seperti jalan raya atau pasar.

Lingkungan yang jauh dari aktivitas manusia sangat disukai oleh jangkrik. Usahakan ruangan tempat ternak jangkrik tidak terkena sinar matahari secara langsung.

2. Persiapan Kandang

Kandang untuk ternak jangkrik dapat dibuat dari berbagai bahan seperti kardus papan atau triplek. Desain kandang untuk ternak jangkrik kotak seperti peti, dapat terbuat dari tripleks atau papan dengan tulang dari kayu kaso (kayu reng).

Ukurannya panjang 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 30 cm sampai 40 cm. Pakai lem pada setiap sambungan dan sudut peti supaya jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah sambungan.

Hal ini mengingat ukuran jangkrik yang baru menetas sangat kecil. Selain itu, permukaan bagian atas harus dapat dibuka tutup dengan memakai engsel. Pada sisi belakang dan muka diberikan lubang ventilasi sekitar 50 cm x 7 cm, letak lubang sekitar 10 cm dari atas.

Tutup ventilasi dengan kasa kawat ukuran halus supaya jangkrik kecil tidak dapat kabur. Selanjutnya, pasang kaki-kaki pada keempat sudut peti sekitar 10 cm.

Setelah itu, taruh mangkuk yang diisi air atau cairan lain untuk mencegah hama seperti semut masuk ke dalam kandang. Kondisi kandang perlu jauh dari hewan pengganggu.

Kelembapan pun harus selalu dikontrol, khususnya saat musim kemarau. Untuk menjaga kelembaban dapat dengan cara penyemprotan ataupun menutup kandang dengan karung goni basah.

Baca Juga: Study Kelayakan Bisnis

3. Budidaya Jangkrik dengan Mulai Pembibitan

Pemilihan bibit jangkrik harus sehat, tidak cacat, tidak sakit dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik yaitu jangkrik-jangkrik yang asalnya dari tangkapan alam bebas.

Hal ini karena jangkrik liar biasanya mempunyai ketahanan tubuh yang lebih baik. Namun, bibit juga dapat dibeli dari toko pakan yang menyediakan pakan hidup. Cara membedakan jangkrik betina dan jantan yang paling mudah yaitu melihat ekornya.

Jangkrik jantan hanya mempunyai dua helai ekor, sementara betina tampak mempunyai 3 helai ekor.

4. Mengawinkan Jangkrik

Sebaiknya tempat untuk jangkrik terpisah dengan tempat pembesaran anakan. Keadaan kandang untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya juga dibuat mirip dengan habitat jangkrik di alam.

Dinding kandang dapat diolesi tanah liat, semen putih serta diberi daun-daun kering, seperti daun pisang, daun jati atau serutan kayu.

Jangkrik yang akan dikawinkan asalnya harus dari spesies yang sama. Jika indukan jantan dan betina berbeda spesies, maka perkawinan tidak akan terjadi.

Cara mengawinkan jangkrik yaitu masukan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10:2. Dalam kandang perkawinan, siapkan bak tanah dan pasir sebagai tempat peneluran.

Jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus selama masa perkawinan. Jangkrik betina yang sudah dibuahi akan bertelur. Biasanya, telur diletakkan dalam pasir atau tanah.

Tips saat masa kawin:

    • Jangkrik perlu mendapatkan asupan pakan yang cukup seperti kangkung, bayam, kubis, sawi, daun pepaya, dan jenis sayuran hijau lainnya.
    • Rutin buang sisa pakan setiap hari, jangan sampai pakan membusuk di dalam kandang.
    • Berikan ramuan khusus bagi jangkrik yang tengah dikawinkan, misalnya, kuning telur bebek yang telah direbus, bekatul, tepung ikan dan dihaluskan dan beberapa vitamin.

5. Penanganan Jangkrik yang Bertelur

Perlu Anda ketahui, telur jangkrik akan menetas sesudah 7-10 hari terhitung sejak perkawinan. Maksimal 5 hari sesudah induk betina bertelur, maka pisahkan telur-telur tersebut.

Hal ini untuk mencegah induk memakan telurnya sendiri. Oleh karena itu, segera tangani dengan baik. Anda perlu memindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga sekaligus pembesaran anakan.

Warna telur yang sudah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Biasanya telur menetas setelah 4-6 hari.

Baca Juga: Contoh Iklan Produk Sabun

budidaya jangkrik

Proses Panen Budidaya Jangkrik

Setelah bertelur dan menetas sebenarnya sudah siap untuk panen. Terdapat dua yang dapat dipanen dari ternak jangkrik. Pertama yakni jangkrik dewasa, sedangkan kedua yakni telur jangkrik.

Berikut ini adalah persiapan masa panen budidaya jangkrik.

1. Telur

Biasanya, telur jangkrik dijual lebih mahal dari jangkrik itu sendiri. Dan biasanya telur tersebut dijual kepada para peternak jangkrik pembesaran.

Anda juga dapat menawarkannya pada penjual hewan atau menjadi distributor. Untuk harga, dapat sesuai kesepakatan bersama.

2. Jangkrik

Membahas mengenai budidaya jangkrik, tentu yang menjadi objeknya yaitu jangrik itu sendiri. Jangkrik sudah bisa dipanen apabila telah mencapai umur kurang lebih 30 hari. Hal tersebut terhitung sejak telur mulai menetas. Oleh karena itu, cacatlah setiap tanggal panen jangkrik.

Ciri-ciri Calon Indukan Jangkrik Terbaik

    • Sungut atau antena masih panjang.
    • Seluruh anggota badan masih lengkap.
    • Dapat melompat jauh dan gesit.
    • Badan berwarna mengkilap.

Anda perlu menghindari memilih jangkrik yang buruk dengan ciri berikut:

    • Hindari memilih jangkrik yang jika dipegang mengeluarkan cairan baik dari mulut ataupun duburnya.
    • Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras.
    • Permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar.
    • Induk betina terdapat ovipositor pada bagian ekornya.
    • Ekornya terdapat tiga bagian tengah merupakan ovipositor.
    • Ukurannya besar.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Cupang

Tips Budidaya Jangkrik

Budidaya hewan memang tidak lepas dari gangguan. Khusus ternak jangkrik, Anda dapat mengikuti tips berikut:

    • Hindari jangkrik dari kecoak, semut, tikus dan laba-laba.
    • Berikan makanan secara skala, sebab jangkrik dapat menjadi kanibal jika ketersediaan makanan minim.
    • Pemberian pakan untuk anakan dengan usia 1-10 hari yaitu pakan ayam (voor), yang terbuat dari kacang beras merah, kedelai, dan jagung kering yang dihaluskan.
    • Anakan jangkrik dapat diberi makan sayur-sayuran dan jagung muda apabila sudah lewat 10 hari.
    • Jaga keadaan kandang agar tetap higienis dan bersih dan jangkrik terhindar dari penyakit.
    • Keadaan kandang harus gelap dan lembap.
    • Rutin buanglah pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai pakan membusuk di dalam kandang.
    • Kandang yang baru dibuat ada baiknya dicuci dahulu, jangan sampai masih berbau vinyl jika terbuat dari tripleks.
    • Periksa air yang terdapat pada mangkuk atau kaleng pada kaki-kaki kandang jangan sampai mengering.

Jenis Jangkrik yang Banyak Dibudidayakan

1. Jangkrik Kalung (Gryllus Bimaculatus)

Jangkrik kalung adalah jenis jangkrik yang paling umum dibudidayakan di Indonesia. Jenis jangkrik satu ini mempunyai perkembangan tubuh yang lebih cepat dan bobot panen lebih berat.

Jangkrik kalung memerlukan waktu 25-30 hari untuk siap panen dan diperuntukan sebagai pakan burung.

2. Jangkrik Cokelat

Jangkrik cokelat lebih aktif dan mempunyai ukuran tubuh lebih panjang ketika panen. Persebarannya di wilayah Sumatra bagian Barat dan Jawa Barat .

3. Jangkrik Madu (Jamaican Cricket)

Jangkrik madu mempunyai ciri-ciri antena panjang dan memiliki warna kekuningan. Masa panen jenis jangkrik yang satu ini dapat dikatakan lambat atau hampir 2 bulan.

Baca Juga: Iklan Produk Minuman

4. Jangkrik Seliring (Teleogryllus Mitratus)

Jangkrik seliring mudah dijumpai di ladang dan persawahan. Untuk jangkrik satu ini memang sangat diminati oleh para peternak pemula, sebab mudah dibudiyakan.

Masa panen jangkrik seliring yaitu berumur 30-35 hari. Jenis yang satu ini sangat digemari burung berkicau karena memiliki kandungan air yang lebih sedikit.

5. Jangkrik Tropis (Gryllodes Sigillatus)

Jenis tropis tergolong jangkrik liar. Namun, jenis jangkrik ini dapat dikatakan sulit untuk dibudidayakan.

Tubuhnya berukuran lebih kecil apabila dibandingkan dengan jangkrik kalung. Jenis jangkrik ini biasa dimanfaatkan untuk mancing atau pakan ikan.

6. Jangkrik Jeliteng

Jangkrik jeliteng adalah salah satu jenis jangkrik yang banyak dibudidayakan. Sebab, jangkrik ini mudah dibudidayakan serta mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Tidak hanya itu, jangkrik satu ini juga tidak mudah stres dan daya telur antara 60-100 telur. Jangkrik ini banyak dibudidayakan karena merupakan jangkrik aduan.

7. Jangkrik Alam (Acheta domesticus)

Berikutnya yaitu jangkrik alam dengan masa panen tidak terlalu lama. Tubuhnya memiliki ukurang yang terbilang kecil dibandingkan jenis jangkrik lain.

Di luar negeri, jangkrik alam diternak untuk dijadikan sebagai makanan ringan untuk diet, sebab kaya akan kandungan protein.

Baca Juga: Apa Itu Digital Marketing?

8. Jangkrik Jerabang

Jangkrik jerabang mudah dipelihara. Oleh sebab itu, tidak heran apabila para peternak sangat menyukainya. Jenis jangkrik satu ini diperuntukkan burung dan ikan hias.

9. Jangkrik Kidang

Jangkrik kidang adalah jenis jangkrik yang sempat mengalami kelangkaan. Namun, saat ini jangkrik kidang kembali ramai dibudidayakan untuk pakan hewan. Waktu ternak jangkrik kidang sendiri cukup singkat yaitu sekitar 30 hari.

Itulah cara budidaya jangkrik beserta tips dan jenis-jenisnya yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan budidaya jangkrik. Semoga ulasan artikel di atas dapat bermanfaat untuk Anda dan selamat mencoba.

RELATED ARTICLES

Cara Rekam Layar HP

Cara Merekam Layar HP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Spesifikasi HP Vivo Y81

Cara Printer Dari HP

Cek No HP Indosat

Recent Comments