Saturday, August 13, 2022
Home Bisnis Bisnis Canvas Cafe

Bisnis Canvas Cafe

Bisnis Canvas Cafe – Bisnis canvas yaitu, cara pemetaan taktik bisnis menyeluruh yang dikembangkan oleh konsultan bisnis dari Swiss, Alexander Osterwalder pada tahun 2010. Hingga saat ini, BMC (Bisnis Model Canvas) populer digunakan oleh banyak perusahaan untuk menandakan operasi perusahaan karena bentuk pemetaannya yang sederhana, tapi menyeluruh dan kompleks.

Contoh Bisnis Canvas Cafe, Model Starbucks!

Customer Segments

Customer Segments
https://www.kaggle.com/

Langkah pertama, dari bisnis canvas yaitu, mengisi kolom customer. Manager perlu mengidentifikasi kategori pasar yang menjadi customer perusahaan dan ciri-ciri konsumennya.

Misalnya, kategori customer Starbucks yaitu kategori masyarakat penikmat beverage kelas menengah atas, penikmat kopi, anak muda, pekerja kantor, dan masyarakat perkotaan.

Baca Juga : Strategi Bisnis

Value Proposition

Perusahaan juga perlu mencatat value apa yang ingin diberi tahu ke masyarakat. Value tidak selamanya harus berupa keunggulan produk, tapi dapat juga dihasilkan melalui experience, kekuatan brand, sejarah, dan lain-lain.

Dalam masalah Starbucks, value proposition Starbucks sudah bukan sekadar kopi yang nikmat, tapi experience berupa kesenangan, kenikmatan, kenyamanan, dan kemudahan di Starbucks.

Value proposition Starbucks harus diikuti karena Starbucks bisa memberikan value yang tidak dapat disamai oleh kompetitornya. Apabila Starbucks hanya konsentrasi pada kopi, suatu diksaat kompetitor akan menemukan produk yang sama dan sesuai. Manajemen juga perlu mengidentifikasi value yang menjadi kekuatan perusahaan yang tidak dapat diikuti perusahaan lain.

Baca Juga : Biaya Jasa Konsultan Bisnis

Channel

Channel, merupakan bagian pemetaan dimana value diantarkan pada kategori pelanggan. Pada bagian ini, perusahaan mendaftarkan bentuk-bentuk medium apa saja yang ada dalam perusahaan tersebut.

Value dilakukan di physical store Starbucks yang tersebar di semua Indonesia. Selain physical store, Starbucks juga memiliki website, media sosial, dan program kolaborasi dengan Go-Jek, sehingga pelanggan Starbucks tidak hanya bisa order di offline store, tapi juga melaluo online store.

Baca Juga : Manajemen Bisnis Ritel

Customer Relationships

Mengidentifikasi usaha-usaha apa yang dilakukan perusahaan untuk berkomunikasi dan menjaga kekerabatan dengan pelanggannya. Starbucks melakukan engagement dengan pelanggannya dengan menggunakan membership card dan promosi official line@.

Melalui membership card, Starbucks memberikan promo-promo khusus yang personal terhadap membernya berupa akses khusus sebelum peluncuran produk tumbler secara publik, program ulang tahun, point rewards, dan lain-lain.

Sementara melalui official line@, Starbucks menerima komplain, kritik, anjuran, dan menyebarkan broadcast message berupa kode promo dan iklan produk terbaru mereka. Dengan menggunakan media sosial, Starbucks juga terus mengangkat tema-tema baru setiap bulannya, sehingga masyarakat selalu mengingatkan dengan eksistensi Starbucks yang aktif di media sosial.

Baca Juga : Cara Bisnis dengan Modal Kecil

Revenue Stream

Bagian revenue stream yaitu, bagian dimana manajemen mencatat darimana saja sumber pemasukan perusahaan. Penjualan tidak hanya terbatas pada produk kopi saja, tapi juga produk bakery, bubuk kopi, tumbler, dan aktivasi membership card. Pada intinya, bagian revenue stream, sumber pemasukan perusahaan dicatat seluruhnya.

Key Activities

Dalam bagian key activities, aktivitas utama operasional perusahaan. Misalnya, untuk Starbucks, penggilingan kopi, pembuatan kopi, kesibukan R&D, hingga aktivitas promosi per harinya.

Bagian ini, sangat membantu manajemen untuk mengidentifikasi cara kerja yang penting dan menyisihkannya dari cara kerja yang dirasa kurang penting dan dapat lebih diefektifkan.

Key Partners

https://businessmodelanalyst.com/

Key Partners yaitu, bagian dalam pemetaan dimana perusahaan mendaftar siapa saja stakeholder yang terkait langsung dengan operasi perusahaan. Misalnya, supplier, designer, agensi marketing, konsultan, dan lain-lain.

Starbucks tentu tidak bisa menghandle semua key activitiesnya sendirian, maka dari itu Starbucks menggandeng supplier, agensi, dan mitra yang cakap memberikan benefit bagi bisnisnya untuk bisa melakukan kinerjanya dengan lebih bagus.

Key Resources

Dalam bagian ini, perusahaan mencatat sumber kekuatan apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk bisa melakukan operasi key activities. Perlu dicatat bahwa pada bagian ini, sumber kekuatan yang dimaksud yaitu sumber kekuatan yang menjadi milik perusahaan dan bukan milik mitra perusahaan.

Key resources, manajemen perlu mengidentifikasi bukan saja kekayaan perusahaan secara jasmani, tapi juga secara imajiner seperti hak kekayaan intelektual, brand equity, dan lain-lain.

Misalnya, Starbucks, key resourcesnya yaitu kekuatan kerja SDMnya, hak intelektual berupa resep menu dan brand, kesanggupan modal finansial, store yang tersebar di banyak daerah, dan sebagainya.

Cost Structure

Cost structure, perusahaan harus mencatat semua pengeluaran utama perusahaan. Untuk Starbucks misalnya, cost structurenya yaiti harga pokok penjualan kopi, dana untuk promosi pemasaran, budget untuk event Starbucks, dan lain-lain.

Cara pemetaan bisnis dengan Business Contoh Canvas memang sederhana, tapi dapat merangkum semua unsur utama yang ada dalam perusahaan. Selain itu, fungsi pemetaan BMC juga dapat dihasilkan dari evaluasi dan formulasi taktik jangka pendek dan panjang.

Pemetaan BMC sangat mudah dan sangat dianjurkan untuk digunakan pada semua perusahaan karena sifatnya yang sederhana, sehingga bisa digunakan oleh perusahaan besar maupun kecil.

Nah, demikian informasi mengenai cara berbisnis canvas model cafe semoga bisa menambah wawasan, anda! Selamat mencoba.

RELATED ARTICLES

Cara Rekam Layar HP

Cara Merekam Layar HP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Spesifikasi HP Vivo Y81

Cara Printer Dari HP

Cek No HP Indosat

Recent Comments